First of all, I would like to congratulate Microsoft for finally erupted a good OS. I really like the UI better than 8.1. Its more interactable with touch and improved readability and personalization. The speed and response of the UI also seem improved.
I enjoy my experience using windows 10 in this couple of days. Most of the programs and Application that runs on previous version of windows are able to run here. Its already a usable Operating System i must say.
But, I think I have to switch back to 8.1 at the momment. I'm not ready using it for my development environment. If only for daily usage, I would recommend it to my associates. (and I already did). But theres just a bit more to be done at MS to be able to be use as development environment.
Well, here is some idea and suggestion and perhaps problems I have found these past few days:
1. The Start menu.
Its a great improvement, but, I don't see my application shortcut immediately when I open start. I think it would be great if I can find what I used most often in the front menu rather than have to go to "all apps" and scroll.
I don't know, but I think theres a glitch that sometimes when I want to open all apps, it lagged alot. I mean, how much resource does a main interface like start menu have to take to make it so slow to respond sometimes. Perhaps, make it simple or give a guide on how to simplify it according to custom experience.
2. Task Switcher
For me, its a striking shock to see the switcher the first time. Its cool, I got to say. But, it didn't take long till I lost my appetite. The great display and animation it presents don't have any function than just 'click to switch and click to close'.
You guys have paired it with the side lock that when you lock an app to the side it automatically display switcher to that other side thats empty thats great. but, why don't you add the functionality to drag and drop so that when in full mode, when I open switcher and drag an item to a side of the screen it will automatically 'sided' that app and the last app thats open will be on the other side. Thats just a suggestion. I think it will be great.
3. Cortana
I can't really use this feature alot. First, I'm a native Indonesian, it would be great if Cortana understand Indonesian. although I know English, but how much your customer in Indonesia? I think it would boost your sales if it can learn Indonesian.
Secondly, I used to work in quiet crowded environment, it cant understand my voice with all the noise. but i think its a good feature.
4. Spartan/ Edge
The only reason that make me still use Chrome untill now is that Edge lack the ability to respond to touch. I like to use the swipe feature on chrome that when i swipe the page to the right it will take me back to the last page i visited and then when i swipe to the left again it takes me forward.
yeah, that simple reason. the other feature is quiet awesoome, but I still havent really needed it. You might be adding page capturing feature perhaps.
5. Stability.
I can say its stable enough that almost no crash or whatsoever. It just don't work with vagrant verywell. Not work with Virtualbox. And when I shutdown, It keeps sayiing theres a memory exception at 0x00000000000 or something.
I think thats it for now. I'm going back to 8.1 for the moment. But, I am really looking forward for Win 10 Launching coz in my opinion, it is better than 8.1. Great job.
Saturday, 27 June 2015
Thursday, 5 March 2015
[PASCAL]Penentuan nilai terbesar dalam sebuah larik
Pencarian angka terbesar dari larik serta mencari posisi nilai terbesar tersebut pada larik ke berapa saja
program la;
uses crt;
var
larik : array[1..9] of integer;
i,x, hi : integer;
xx, posisi : string;
begin
for i:= 1 to 9 do
begin
write('Masukkan angka ke-', i, ' : ');
readln(larik[i]);
end;
writeln('Larik yang dimasukkan : ');
write('(');
for i:=1 to 9 do
write(larik[i],' ');
writeln(')');
readln;
hi := 0;
for i := 1 to 9 do
begin
if (larik[i] >= hi) then
begin
hi := larik[i];
end;
end;
for i:= 1 to 9 do
begin
if (larik[i] = hi) then
begin
str(i,xx);
posisi := posisi + xx + ' ';
end;
end;
writeln('Nilai terbesar adalah : ', hi);
writeln('Nilai terbesar ditemukan pada posisi ke : ', posisi);
readln;
end.
program la;
uses crt;
var
larik : array[1..9] of integer;
i,x, hi : integer;
xx, posisi : string;
begin
for i:= 1 to 9 do
begin
write('Masukkan angka ke-', i, ' : ');
readln(larik[i]);
end;
writeln('Larik yang dimasukkan : ');
write('(');
for i:=1 to 9 do
write(larik[i],' ');
writeln(')');
readln;
hi := 0;
for i := 1 to 9 do
begin
if (larik[i] >= hi) then
begin
hi := larik[i];
end;
end;
for i:= 1 to 9 do
begin
if (larik[i] = hi) then
begin
str(i,xx);
posisi := posisi + xx + ' ';
end;
end;
writeln('Nilai terbesar adalah : ', hi);
writeln('Nilai terbesar ditemukan pada posisi ke : ', posisi);
readln;
end.
Saturday, 28 February 2015
[PASCAL] Pencarian Huruf dalam sebuah String
Program sederhana berikut adalah untuk mencari sebuah huruf yang terdapat dalam sebuah kata.
Output program ini akan menunjukkan ada berapa kali huruf yang di cari dalam sebuah kata dan menunjukkan posisinya dalam kata tersebut (huruf keberapa saja).
program Gaby-Search;
uses crt;
var
s : String;
len,i : integer;
cari : char;
jlh : integer;
xx, pos : String;
begin
write('Masukkan Kata : ');
readln(s);
len := Length(s);
writeln('Kata yang dimasukkan adalah : ');
for i := 1 to len do
write(s[i], ', ');
writeln();
readln();
write('Masukkan Huruf yang di cari : ');
readln(cari);
writeln('Huruf yang di cari "',cari,'"');
readln();
jlh := 0;
For i := 1 to len do
begin
if (s[i] = cari) then
begin
str(i,xx);
pos := pos + xx + ', ';
jlh := jlh + 1;
end;
end;
if (jlh > 0) then
writeln('Huruf ',cari, ' ditemukan sebanyak : ', jlh, ' kali pada posisi : ', pos)
else
writeln('Huruf ',cari, ' tidak ditemukan!');
readln;
end.
Output program ini akan menunjukkan ada berapa kali huruf yang di cari dalam sebuah kata dan menunjukkan posisinya dalam kata tersebut (huruf keberapa saja).
program Gaby-Search;
uses crt;
var
s : String;
len,i : integer;
cari : char;
jlh : integer;
xx, pos : String;
begin
write('Masukkan Kata : ');
readln(s);
len := Length(s);
writeln('Kata yang dimasukkan adalah : ');
for i := 1 to len do
write(s[i], ', ');
writeln();
readln();
write('Masukkan Huruf yang di cari : ');
readln(cari);
writeln('Huruf yang di cari "',cari,'"');
readln();
jlh := 0;
For i := 1 to len do
begin
if (s[i] = cari) then
begin
str(i,xx);
pos := pos + xx + ', ';
jlh := jlh + 1;
end;
end;
if (jlh > 0) then
writeln('Huruf ',cari, ' ditemukan sebanyak : ', jlh, ' kali pada posisi : ', pos)
else
writeln('Huruf ',cari, ' tidak ditemukan!');
readln;
end.
Penyusunan Karakter dalam string secara Alphabet
Program ini akan menyusun sebuah kata yang dimasukkan sesuai dengan alphabet.
algoritmanya gampang saja :
Pada dasarnya string itu adalah larik char. jadi untuk mengurutkannya, kita tinggal membandingkan apakah string[1] lebih besar dari string sesudahnya. Jika ya maka, pertukarkan posisi mereka.
Silahkan.di coba.
program sort;
uses crt;
var
szo: string;
i, j : byte;
n : integer;
t:char;
begin
write('masukkan Kata : ');
readln(szo);
n:=length(szo);
for i:=1 to n-1 do
begin
for j:= i +1 to n do
begin
if (szo[i]>szo[j]) then
begin
t:=szo[i];
szo[i]:=szo[j];
szo[j]:=t;
writeln(szo);
end;
end;
end;
writeln();
for i:=1 to n do write(szo[i], ' ');
readln;
end.
algoritmanya gampang saja :
Pada dasarnya string itu adalah larik char. jadi untuk mengurutkannya, kita tinggal membandingkan apakah string[1] lebih besar dari string sesudahnya. Jika ya maka, pertukarkan posisi mereka.
Silahkan.di coba.
program sort;
uses crt;
var
szo: string;
i, j : byte;
n : integer;
t:char;
begin
write('masukkan Kata : ');
readln(szo);
n:=length(szo);
for i:=1 to n-1 do
begin
for j:= i +1 to n do
begin
if (szo[i]>szo[j]) then
begin
t:=szo[i];
szo[i]:=szo[j];
szo[j]:=t;
writeln(szo);
end;
end;
end;
writeln();
for i:=1 to n do write(szo[i], ' ');
readln;
end.
Saturday, 14 February 2015
Photografi dan Mata
Beberapa bulan terakhir saya sibuk motret sana-sini. Semenjak mampu membeli kamera Nikon D3200 + Kit, saya kembali gandrung dengan yang namanya dunia fotografi.
Memang saya sudah lama mengenal dunia fotografi sejak smp. Berawal dari sering main ke Mari Pro Studio Medan yang di jalan jamin ginting, saya mulai mengenal apa itu fotografi.
Fotografi sebenarnya gampang-gampang susah. Inti dari fotografi adalah bagaimana menangkap cahaya sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan gambar yang diinginkan. Ditambah dengan bagaimana memposisikan kamera sehingga gambar terlihat bagus dari sisi estetika (komposisi)
Fotografi bekerja seperti mata kita bekerja. Perlu disadari bahwa apa yang ditangkap mata kita bukan bentuk, namun cahaya! Benda-benda disekitar kita, yang kita lihat, hampir semuanya tidak memancarkan cahayanya sendiri. Namun MEMANTULkan cahaya dari sumber cahaya yang ada disekitarnya. Intensitas cahaya yang dipantulkan itulah yang ditangkap mata.
Semakin besar intensitas cahaya yang dipantulkan dari suatu benda, semakin terang dan JELAS benda itu terlihat oleh mata kita. Bagian dari benda yang paling jauh dari sumber cahaya atau yang tertutup/terhalang dari sumber cahaya akan memiliki intensitas yang lebih paling rendah. Inilah yang akhirnya membuat kesan tiga dimensi. Kedalaman dari suatu benda ditangkap mata karena cahayanya lebih gelap. Ini yang dikenal sebagai bayangan (shadow).
Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, fotografi bekerja seperti mata kita bekerja. Kalau kita sudah bisa memahami cara kerja mata kita untuk melihat sesuatu, dasar fotografi itu akan lebih mudah lagi di pahami.
Pertanyaan yang sering timbul dalam benak fotografer pemula misalnya "Kok bisa sih gambarnya kelebihan cahaya??" Jawabannya sebenarnya gampang bila kita analogikan dengan mata. "Karena cahaya nya dibiarkan masuk sangat banyak."
Darimana cahaya itu masuk kemata?
Untuk memperjelas bagaimana mata kita bekerja, sebaiknya kita pahami dulu apa saja sih yang ada di dalam mata kita. Berikut adalah gambar yang saya ambil dari situs :
http://www.livescience.com/3919-human-eye-works.html mengenai bagaimana mata kita bekerja.
Sekarang, dari gambar diatas, saya hanya akan membahas mengenai beberapa point penting, yaitu :
Cornea, Pupil dan Iris, Lensa dan Retina karena hanya itu yang cara kerjanya hampir mirip dengan kamera fotografi.
Cornea
Kornea adalah bagian paling depan dari mata. Bila di analogikan dengan kamera, ini adalah kaca lensa yang paling depan di kamera. dalam mata, ini juga yang mengatur fokus.
Pupil dan Iris
Pupil merupakan bagian dalam dari mata. Bayangkan sebuah lensa kamera, ini dapat dikatakan bagian dalam nya. Di dalam pupil terdapat iris. Iris ini yang dapat membesar dan mengecil tergantung kebutuhan cahaya yang diperlukan untuk membuat gambar lebih terang dan lebih gelap. Bila di analogikan pada kamera, ini adalah diaframa kamera.
Kalau kamu pernah melihat video mata yang bulatan ditengahnya membesar dan mengecil, itulah iris yang sedang bekerja. Semakin besar bulatannya, semakin banyak cahaya yang masuk kedalam lensa.
Kalau kamu pernah melihat video mata yang bulatan ditengahnya membesar dan mengecil, itulah iris yang sedang bekerja. Semakin besar bulatannya, semakin banyak cahaya yang masuk kedalam lensa.
Lensa
Kemudian ada lensa mata. fungsinya sama seperti kaca lensa terakhir pada lensa di kamera. lensa ini akan mengembang dan mengecil untuk menyesuakian jarak benda. Kalau pada kamera, kita harus mengganti ukuran lensa yang kita pakai menjadi focal point lebih besar atau kecil.
Retina
Yang terakhir adalah retina. Dalam kamera, ini lah film nya. kalo pada DSLR, inilah sensornya. disinilah gambar itu di projeksikan . Sorry, bukan gambar. Melainkan cahaya.
Jadi pada dasarnya fotografi itu adalah menangkap pantulan cahaya dari objek yang ingin kita foto.
Pada posting berikutnya, saya akan mencoba menjelaskan mengenai istilah fotografi yang lain.
Bila ada pertanyaan, saran atau kritik, silakan tinggalkan komen. Sya usahakan membalasnya.
Terima kasih
Monday, 24 November 2014
Array
/*
* To change this license header, choose License Headers in Project Properties.
* To change this template file, choose Tools | Templates
* and open the template in the editor.
*/
package array;
import java.util.Arrays;
/**
*
* @author Gabriel
*/
import java.util.Scanner;
public class Array {
/**
* @param args the command line arguments
*/
public static int Nomer[] = {10,40,17,20};
public static int NilaiX = 20;
public static void main(String[] args) {
// TODO code application logic here
int index = getIndexOf(NilaiX, Nomer);
Scanner in = new Scanner(System.in);
System.out.println("Index dari NilaiX(20) adalah : " + index);
int NilaiA, NilaiB;
System.out.print("Masukkan Sebuah NilaiA : "); NilaiA = in.nextInt();
System.out.print("Masukkan Sebuah NilaiB : "); NilaiB = in.nextInt();
if(NilaiA > NilaiB){
if(NilaiA > NilaiX){
System.out.println("Nilai Terbesar adalah : NilaiA (" + NilaiA + ")");
}else{
System.out.println("Nilai Terbesar adalah : NilaiX (" + NilaiX + ")");
}
}else if(NilaiB > NilaiX){
System.out.println("Nilai Terbesar adalah : NilaiB (" + NilaiB + ")");
}else{
System.out.println("Nilai Terbesar adalah : NilaiX (" + NilaiX + ")");
}
}
public static int getIndexOf(int ygDicari, int[] arr){
int i = 0;
while(!(arr[i] == ygDicari))
{ i++;}
return i;
}
}
* To change this license header, choose License Headers in Project Properties.
* To change this template file, choose Tools | Templates
* and open the template in the editor.
*/
package array;
import java.util.Arrays;
/**
*
* @author Gabriel
*/
import java.util.Scanner;
public class Array {
/**
* @param args the command line arguments
*/
public static int Nomer[] = {10,40,17,20};
public static int NilaiX = 20;
public static void main(String[] args) {
// TODO code application logic here
int index = getIndexOf(NilaiX, Nomer);
Scanner in = new Scanner(System.in);
System.out.println("Index dari NilaiX(20) adalah : " + index);
int NilaiA, NilaiB;
System.out.print("Masukkan Sebuah NilaiA : "); NilaiA = in.nextInt();
System.out.print("Masukkan Sebuah NilaiB : "); NilaiB = in.nextInt();
if(NilaiA > NilaiB){
if(NilaiA > NilaiX){
System.out.println("Nilai Terbesar adalah : NilaiA (" + NilaiA + ")");
}else{
System.out.println("Nilai Terbesar adalah : NilaiX (" + NilaiX + ")");
}
}else if(NilaiB > NilaiX){
System.out.println("Nilai Terbesar adalah : NilaiB (" + NilaiB + ")");
}else{
System.out.println("Nilai Terbesar adalah : NilaiX (" + NilaiX + ")");
}
}
public static int getIndexOf(int ygDicari, int[] arr){
int i = 0;
while(!(arr[i] == ygDicari))
{ i++;}
return i;
}
}
Nilai Mahasiswa Java
package nilaimhs;
/**
*
* @author Gabriel
*/
import java.io.*;
import java.util.Scanner;
public class NilaiMHs {
/**
* @param args the command line arguments
*/
public static void main(String[] args) {
// TODO code application logic here
int NK,
NT,
NUTS,
NQ,
NUAS;
float NTOT;
String Nama;
String NH;
Scanner inps = new Scanner(System.in);
System.out.println("Selamat Datang.");
System.out.print("Masukkan Nama Mahasiswa yang ingin Diproses :");
Nama = inps.next();
System.out.print("Masukkan Nilai Kehadiran :");
NK = inps.nextInt();
System.out.print("Masukkan Nilai Quiz : ");
NQ = inps.nextInt();
System.out.print("Masukkan Nilai Tugas : ");
NT = inps.nextInt();
System.out.print("Masukkan Nilai UTS : ");
NUTS = inps.nextInt();
System.out.print("Masukkan Nilai UAS : ");
NUAS = inps.nextInt();
System.out.println("Terima Kasih...");
System.out.println("Perhitungan Nilai Untuk : ");
System.out.println("Nama Mahasiswa : " + Nama);
NTOT = (float) ((0.1 * NK) + (0.15 * NQ) + (0.2 * NT) + (0.25 * NUTS) + (0.3 * NUAS));
System.out.println("Nilai Total : " + NTOT);
if(NTOT >= 85) {
NH = "A";
}else if(NTOT >= 80){
NH = "B+";
}else if(NTOT >= 77){
NH = "B";
}else if(NTOT >=65){
NH = "C+";
}else if(NTOT >= 55){
NH="C";
}else if (NTOT >=50){
NH="D";
}else{
NH="E";
}
System.out.println("Nilai Huruf : " + NH);
System.out.println("Keterangan :");
switch(NH){
case "A":
case "B+":
case "B":
case "C+":
case "C":
System.out.println("Selamat Anda LULUS!");
break;
default:
System.out.println("Maaf, Anda Gagal! Silahkan Coba lagi...");
break;
}
}
}
Subscribe to:
Posts (Atom)