Tuesday, 24 November 2015
Wednesday, 18 November 2015
[Opini]Sistem Pemerintahan yang carut marut
Dari contoh sederhana tersebut, jika kita refleksikan kedalam sebuah sistem kenegaraan, juga tidak jauh berbeda. Dalam sistem pemerintahan Indonesia, output yang diharapkan adalah kesejahteraan rakyat dan kedaulatan negara Republik Indonesia bukan? Untuk mencapai output tersebut maka elemen-elemen kekuasaan yang berperan dalam mencapai tujuan tersebut dibagi dalam sebuah istilah yang disebut pembagian kekuasaan.
Dalam UUD 1945 asli yang belum diamanden, Kekuasaan di Indonesia antara lembaga penyelenggara negara dibagi atas 3 bagian, yaitu Legislatif, Eksekutif, Yudikatif. Pada dasarnya, pembagian yang dibuat oleh bapak pendiri bangsa kita ini sudah sangat mumpuni untuk penyelenggaraan negara yang baik. Penyelenggaraan sistem yang akan menghasilkan output yang maksimal dengan seluruh elemennya melakukan hal yang sesuai dengan tugasnya.
Kekuasaan Legislatif secara gamblang sebenarnya adalah kekuasan untuk melakukan legislasi atau hal-hal berbau legalitas setiap masalah yang terjadi pada negara. (thus, namanya Legislasi-tif) Atau secara lebih sederhana lagi, kekuasaan untuk membentuk peraturan dasar dan atau mengubah peraturan dasar tersebtu. Dalam negara demokrasi, kekuasaan ini HANYA dipegang oleh Kongres yaitu lembaga yang menjadi wakil rakyat dalam kekuasaan negara. Karena dalam demokrasi, kekuasaan tertinggi untuk menentukan arah negara adalah dipegang oleh RAKYAT.
Kekuasaan Eksekutif adalah kekuasaan untuk melaksanakan dan menegakkan peraturan dasar yang telah dibuat oleh kongres dan dibantu dengan peraturan yang dibuatnya yang tidak melanggar peraturan dasar yang telah dibuat. Kekuasaan Eksekutif ini dipegang penuh oleh Pemerintah Negara. Ingat bahwa pemerintah di negara kita adalah Lembaga KEPRESIDENAN! karena kita adalah negara Presidensial, kan?
Kemudian ada kekuasaan Yudikatif. Kekuasaan ini dipegang oleh Mahkamah. Sidang tertinggi dalam sebuah negara. Kekuasaan Yudikatif memiliki kekuasaan untuk mereview hukum/peraturan dasar yang ada dan tindakan yang dilakukan berdasarkan hukum itu. Terasa sedikit mubazir? Tidak sama sekali! Kekuasaan Yudikatif ini lah yang menjadi wasit dalam pemerintahan. Ketika ada kekuasaan pembuat peraturan, harus ada yang melihat peraturan tersebut sesuai dengan kepentingan negara. Apakah sudah pantas dengan kebutuhan negara dan output negara yang diinginkan. Jika ada yang belum pantas, maka yudikatif harus menyampaikannya kepada legislatif untuk dilakukan perubahan yang sesuai. Kenapa? Karena kekuasaan yudikatif yang memiliki keahlian dibidang hukum dan perundang-undangan. para legislatif adalah RAKYAT, ingat? tidak semua rakyat mengerti hukum, dan semua rakyat punya KEPENTINGAN sendiri-sendiri. Ya, kan?
Lalu apa peran yudikatif terhadap eksekutif?
Dalam pelaksanaan kekuasaan eksekutif, pemegang kekuasaan ekeskutif berhak mendelegasikan kekuasaannya kepada lembaga-lembaga lebih rendah untuk memenuhi tugas yang diembannya. Karena itu terdapat kementrian/kabinet yang mengepalai lembaga negara yang lebih rendah. Tindakan ini dapat menyebabkan perbedaan persepsi dalam menjalankan peraturan yang berlaku. Disini lah yudikatif berperan untuk melihat apakah yang dilakukan lembaga eksekutif dalam menegakkan hukum dan peraturan sudah sesuai dengan peraturan negara yang berlaku. Jika tidak, maka yudikatif memegang kekuasaan untuk melakukan tindakan yang diperlukan sesuai dengan hukumnya.
Dari pemaparan diatas, sudah jelas bahwa 3 kekuasaan tersebut sangat mengakomodir kebutuhan negara dalam mencapai tujuan yang dimaksud. Hampir tidak ada celah yang dapat terjadi ketika setiap elemen sistem melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan. Setiap kekuasaan memiliki batasan dan tugas yang tegas untuk di jalankan.
Namun ternyata sistem ini tidak cocok jika dilihat para elit politik di negara HEBAT ini. Maka, diamanden lah UUD '45 dan akhirnya mereka membagi kekuasaan menjadi 6. Selain 3 diatas yang mengalami perubahan sedikit, maka ditambahkan 3 kekuasaan lagi, yaitu Konstitutif, Eksaminatif/Inspektif, dan MONETER????
Buat saya, WTF!!! ini namanya pemborosan energi!
Kekuasaan Konstitutif adalah kekuasaan mengubah dan menetapkan UUD! DOH!! bukannya itu punya Legislatif????
kemudian Kekuasaan Eksaminatif/Inspektif yaitu kekuasaan memeriksa dan mengelola keuangan negara yang dipegang BPK...!! DOH!!! ini namanya tumpang tindih fungsi yudikatif dan eksekutif....BLAH!
Lalu ada kekuasaan Moneter yang menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta memelihara kestabilan nilai rupiah. Ini dippegang oleh Bank Indonesia sebagai Bank Sentral. WHAAATTT???!! ini tugas dari Eksekutif bukan???
Seperti yang saya jelaskan diatas tadi mengenai sebuah sistem, kefektifan dan keberhasilan sistem berpangku pada pembagian tugas yang jelas dan terbatas pada masing-masing elemen. Sistem Pemerintahan sekarang? merupakan sebuah sistem yang tumpang tindih yang mencerminkan kekanak-kanakan para ELITE POLITIK yang TIDAK TAHU APA-APA dan tidak punya NASIONALISME terhadap NEGARANYA SENDIRI, hanya NASIONALISME PADA KEPENTINGANNYA SENDIRI.
Tidak heran ketika ada pejabat legislatif yang merasa dia mempunyai kekuasaan eksekutif dan legislatif, dan pejabat eksekutif yang merasa mempunyai kekuasaan legislatif. Reformasi katanya?! Ya reformasi kearah kehancuran negara! Indonesia Terlalu latah untuk menerima kebebasan, karena nya sampaai sekarang masih terjajah oleh penjajah yang paling mematikan diseluruh jagad raya!
Keangkuhan dan keserakahan diri adalah sebuah entitas penjajah yang paling mematikan dimanapun. KKN dan non-nasionalisme serta non-patriotisme adalah maanifetasi dari keangkuhan dan keserakahan. Jika memang revolusi mental ingin ditegakkan, tegakkan dulu rasa Selfless!!
NB: artikel ini adalah opini pribadi yang menjadi akumulasi pengetahuan penulis. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada pihak manapun, ini adalah kritik pribadi saya terhadap penyelenggaraan negara INDONESIA Tercinta. Bila ada pihak yang merasa dirugikan, saya meminta maaf terlebih dahulu yang sebesar-besarnya dan silakan meninggalkan komentar yang pantas untuk lebih mengembangkan pengetahuan bersama dan rasa cinta terhadap negara melalui pengetahuan yang benar. Terima kasih sudah membaca artikel ini.
Saturday, 27 June 2015
Windows 10 Experience
I enjoy my experience using windows 10 in this couple of days. Most of the programs and Application that runs on previous version of windows are able to run here. Its already a usable Operating System i must say.
But, I think I have to switch back to 8.1 at the momment. I'm not ready using it for my development environment. If only for daily usage, I would recommend it to my associates. (and I already did). But theres just a bit more to be done at MS to be able to be use as development environment.
Well, here is some idea and suggestion and perhaps problems I have found these past few days:
1. The Start menu.
Its a great improvement, but, I don't see my application shortcut immediately when I open start. I think it would be great if I can find what I used most often in the front menu rather than have to go to "all apps" and scroll.
I don't know, but I think theres a glitch that sometimes when I want to open all apps, it lagged alot. I mean, how much resource does a main interface like start menu have to take to make it so slow to respond sometimes. Perhaps, make it simple or give a guide on how to simplify it according to custom experience.
2. Task Switcher
For me, its a striking shock to see the switcher the first time. Its cool, I got to say. But, it didn't take long till I lost my appetite. The great display and animation it presents don't have any function than just 'click to switch and click to close'.
You guys have paired it with the side lock that when you lock an app to the side it automatically display switcher to that other side thats empty thats great. but, why don't you add the functionality to drag and drop so that when in full mode, when I open switcher and drag an item to a side of the screen it will automatically 'sided' that app and the last app thats open will be on the other side. Thats just a suggestion. I think it will be great.
3. Cortana
I can't really use this feature alot. First, I'm a native Indonesian, it would be great if Cortana understand Indonesian. although I know English, but how much your customer in Indonesia? I think it would boost your sales if it can learn Indonesian.
Secondly, I used to work in quiet crowded environment, it cant understand my voice with all the noise. but i think its a good feature.
4. Spartan/ Edge
The only reason that make me still use Chrome untill now is that Edge lack the ability to respond to touch. I like to use the swipe feature on chrome that when i swipe the page to the right it will take me back to the last page i visited and then when i swipe to the left again it takes me forward.
yeah, that simple reason. the other feature is quiet awesoome, but I still havent really needed it. You might be adding page capturing feature perhaps.
5. Stability.
I can say its stable enough that almost no crash or whatsoever. It just don't work with vagrant verywell. Not work with Virtualbox. And when I shutdown, It keeps sayiing theres a memory exception at 0x00000000000 or something.
I think thats it for now. I'm going back to 8.1 for the moment. But, I am really looking forward for Win 10 Launching coz in my opinion, it is better than 8.1. Great job.
Thursday, 5 March 2015
[PASCAL]Penentuan nilai terbesar dalam sebuah larik
program la;
uses crt;
var
larik : array[1..9] of integer;
i,x, hi : integer;
xx, posisi : string;
begin
for i:= 1 to 9 do
begin
write('Masukkan angka ke-', i, ' : ');
readln(larik[i]);
end;
writeln('Larik yang dimasukkan : ');
write('(');
for i:=1 to 9 do
write(larik[i],' ');
writeln(')');
readln;
hi := 0;
for i := 1 to 9 do
begin
if (larik[i] >= hi) then
begin
hi := larik[i];
end;
end;
for i:= 1 to 9 do
begin
if (larik[i] = hi) then
begin
str(i,xx);
posisi := posisi + xx + ' ';
end;
end;
writeln('Nilai terbesar adalah : ', hi);
writeln('Nilai terbesar ditemukan pada posisi ke : ', posisi);
readln;
end.
Saturday, 28 February 2015
[PASCAL] Pencarian Huruf dalam sebuah String
Output program ini akan menunjukkan ada berapa kali huruf yang di cari dalam sebuah kata dan menunjukkan posisinya dalam kata tersebut (huruf keberapa saja).
program Gaby-Search;
uses crt;
var
s : String;
len,i : integer;
cari : char;
jlh : integer;
xx, pos : String;
begin
write('Masukkan Kata : ');
readln(s);
len := Length(s);
writeln('Kata yang dimasukkan adalah : ');
for i := 1 to len do
write(s[i], ', ');
writeln();
readln();
write('Masukkan Huruf yang di cari : ');
readln(cari);
writeln('Huruf yang di cari "',cari,'"');
readln();
jlh := 0;
For i := 1 to len do
begin
if (s[i] = cari) then
begin
str(i,xx);
pos := pos + xx + ', ';
jlh := jlh + 1;
end;
end;
if (jlh > 0) then
writeln('Huruf ',cari, ' ditemukan sebanyak : ', jlh, ' kali pada posisi : ', pos)
else
writeln('Huruf ',cari, ' tidak ditemukan!');
readln;
end.
Penyusunan Karakter dalam string secara Alphabet
algoritmanya gampang saja :
Pada dasarnya string itu adalah larik char. jadi untuk mengurutkannya, kita tinggal membandingkan apakah string[1] lebih besar dari string sesudahnya. Jika ya maka, pertukarkan posisi mereka.
Silahkan.di coba.
program sort;
uses crt;
var
szo: string;
i, j : byte;
n : integer;
t:char;
begin
write('masukkan Kata : ');
readln(szo);
n:=length(szo);
for i:=1 to n-1 do
begin
for j:= i +1 to n do
begin
if (szo[i]>szo[j]) then
begin
t:=szo[i];
szo[i]:=szo[j];
szo[j]:=t;
writeln(szo);
end;
end;
end;
writeln();
for i:=1 to n do write(szo[i], ' ');
readln;
end.
Saturday, 14 February 2015
Photografi dan Mata
Kalau kamu pernah melihat video mata yang bulatan ditengahnya membesar dan mengecil, itulah iris yang sedang bekerja. Semakin besar bulatannya, semakin banyak cahaya yang masuk kedalam lensa.
Monday, 24 November 2014
Array
* To change this license header, choose License Headers in Project Properties.
* To change this template file, choose Tools | Templates
* and open the template in the editor.
*/
package array;
import java.util.Arrays;
/**
*
* @author Gabriel
*/
import java.util.Scanner;
public class Array {
/**
* @param args the command line arguments
*/
public static int Nomer[] = {10,40,17,20};
public static int NilaiX = 20;
public static void main(String[] args) {
// TODO code application logic here
int index = getIndexOf(NilaiX, Nomer);
Scanner in = new Scanner(System.in);
System.out.println("Index dari NilaiX(20) adalah : " + index);
int NilaiA, NilaiB;
System.out.print("Masukkan Sebuah NilaiA : "); NilaiA = in.nextInt();
System.out.print("Masukkan Sebuah NilaiB : "); NilaiB = in.nextInt();
if(NilaiA > NilaiB){
if(NilaiA > NilaiX){
System.out.println("Nilai Terbesar adalah : NilaiA (" + NilaiA + ")");
}else{
System.out.println("Nilai Terbesar adalah : NilaiX (" + NilaiX + ")");
}
}else if(NilaiB > NilaiX){
System.out.println("Nilai Terbesar adalah : NilaiB (" + NilaiB + ")");
}else{
System.out.println("Nilai Terbesar adalah : NilaiX (" + NilaiX + ")");
}
}
public static int getIndexOf(int ygDicari, int[] arr){
int i = 0;
while(!(arr[i] == ygDicari))
{ i++;}
return i;
}
}
Nilai Mahasiswa Java
package nilaimhs;
/**
*
* @author Gabriel
*/
import java.io.*;
import java.util.Scanner;
public class NilaiMHs {
/**
* @param args the command line arguments
*/
public static void main(String[] args) {
// TODO code application logic here
int NK,
NT,
NUTS,
NQ,
NUAS;
float NTOT;
String Nama;
String NH;
Scanner inps = new Scanner(System.in);
System.out.println("Selamat Datang.");
System.out.print("Masukkan Nama Mahasiswa yang ingin Diproses :");
Nama = inps.next();
System.out.print("Masukkan Nilai Kehadiran :");
NK = inps.nextInt();
System.out.print("Masukkan Nilai Quiz : ");
NQ = inps.nextInt();
System.out.print("Masukkan Nilai Tugas : ");
NT = inps.nextInt();
System.out.print("Masukkan Nilai UTS : ");
NUTS = inps.nextInt();
System.out.print("Masukkan Nilai UAS : ");
NUAS = inps.nextInt();
System.out.println("Terima Kasih...");
System.out.println("Perhitungan Nilai Untuk : ");
System.out.println("Nama Mahasiswa : " + Nama);
NTOT = (float) ((0.1 * NK) + (0.15 * NQ) + (0.2 * NT) + (0.25 * NUTS) + (0.3 * NUAS));
System.out.println("Nilai Total : " + NTOT);
if(NTOT >= 85) {
NH = "A";
}else if(NTOT >= 80){
NH = "B+";
}else if(NTOT >= 77){
NH = "B";
}else if(NTOT >=65){
NH = "C+";
}else if(NTOT >= 55){
NH="C";
}else if (NTOT >=50){
NH="D";
}else{
NH="E";
}
System.out.println("Nilai Huruf : " + NH);
System.out.println("Keterangan :");
switch(NH){
case "A":
case "B+":
case "B":
case "C+":
case "C":
System.out.println("Selamat Anda LULUS!");
break;
default:
System.out.println("Maaf, Anda Gagal! Silahkan Coba lagi...");
break;
}
}
}
Sunday, 15 June 2014
Tentang Memori yang menyakitkan tentang nya
Setiap orang pasti pernah pacaran. Well, atleast sebagian besar lah. Atau mungkin akan berpacaran. Ga ada yang bisa memungkirin kalo masa-masa pacaran itu adalah masa-masa paling indah. Kamu punya seseorang yang mau mendengarkan keluh kesah mu. Kamu punya seseorang yang penting buat di pikirin. Kalian jalan-jalan ke tempat-tempat yang memberikan kenangan. Entah baik atau buruk itu tetap sebuah "Kenangan bersama dia". Semua waktu-waktu ngambek yang menorehkan luka-luka kecil. Semua waktu-waktu indah yang bisa selalu membuatmu tersenyum bahkan tertawa sendiri.
Tapi ada kalanya semua saat-saat indah itu berakhir. Dengan segala masalah yang dihadapi, kadang harus berakhir pada sebuah perpisahan. Bahkan kadang bukan karena sebuah masalah perpisahan yang ga diinginkan terjadi. Dan mulailah saat-saat sendiri harus kamu lalui lagi.
Pernah ga kamu ngerasa saat datang ke suatu tempat, kamu inget tentang mantan kamu? Kamu inget dulu kalian makan di meja yang itu, sambil ketawa lepas gara-gara candaan dia yang ga penting? Kamu inget di jalan yang ini dulu kamu pernah berantem sama dia kemudian dia bukannya ngejar kamu tapi malah ninggalin kamu, tapi ternyata dia udah nunggu di kosan kamu dengan sekuntum mawar dan kata maaf? (lebai beeet..) Tapi, pernah ga sih kamu rasanya pengen nangis gara-gara semua kenangan sama 'someone special' itu? Bahkan sampai kamu pengen ninggalin kota itu biar ga usah ingat lagi sama semua itu?
Well, aku pernah. Pernah Buanget malah. Lebih dari sekali...
Kmu pasti mikir, aku lari dan pindah kota... Nope! I live with it.
Memang awalnya aku juga ngerasa ga pengen ngelewatin atau nge datengin tempat-tempat itu. But life has its funny way of teaching you all its knowledge. Ada aja yg bikin aku harus lewat sana. Secara ga sadar, sering aku sudah berada di tempat-tempat yang penuh kenangan tadi. Otomatis dong kenangan itu langsung muncul lagi kaya ada LCD Projector langsung muterin semua film nostalgia itu. And do i cry? Ga, justru sebaliknya, aku tersenyum.
Aku belajar, kenangan yang ada itu adalah anugrah. Walaupun akhirnya kita tidak bersama dia, tapi kita pernah bisa tertawa lepas, bisa menangis dan ada yang peduli. Itu adalah blessing. Sesakit apa pun yang aku rasakan saat kehilangan dia, bagaimanapun cara nya aku kehilangan dia dulu, Aku tetap tersenyum dan berkata dalam hati, "Makasih kamu pernah ada dalam hidupku dan menjadi bagian dari hidupku. I wish you're happy right now, anywhere you are."
Kamu pasti tereak waktu bacanya. "Anjret, sok iyes banget nih si Gaby yang nulis ini. Sok baek banget. Sok romantis.. Sok najis...wkwkwkwk" Mungkin iya. Tapi coba kamu pikirin lagi deh. Ngapain? Ngapain harus ngerasakan sakit kalo kamu bisa ngerasakan senang. Sakit itu Cuma ilusi pikiran. Just the same as LOVE. Itu semua Cuma ilusi pikiran. Kamu punya kesempatan untuk mensyukuri semua yang terjadi dalam hidup mu, kenapa ga kamu pake? Kenapa kamu harus milih berkata, "Sialan, Dulu gw pernah kesini sama si kampret itu yang mutusinn gw gara-gara cewe yang ntu." Atau "Dulu gw pernah berantem disini sama dia. Mudah-mudahan cowonya sekarang ditabrak mobil!" sumthing like that lah...
Hidup Cuma sekali. Kamu pengen ngerasain senang atau ngerasain sedih, itu Cuma sekali jalan. Ga ada mundur nya coy, gada replay....
Dengan mensyukuri semua yang pernah terjadi, aku yakin kamu bakal ngerti kenapa kamu jadi seperti sekarang. Kamu akan tahu arah yang harus kamu tuju dalam hidup mu. Semua yang terjadi ada alasannya terjadi. Semua adalah untuk membawamu ke tempat yang lebih indah dan membuatmu bahagia.
Lemme ask you this:
Kamu lebih memilih berpikir yang mana? "Aku pisah sama dia karena memang dia bajingan!" atau "Aku pisah sama dia karena ada yang lebih pantas untuk ku. Dan ada yang lebih pantas buatnya. Kalo di terusin Cuma bakal nyiksa satu sama lain."
Make peace with your past, and your future wil just be opened wide!
By Gaby....
Thursday, 5 June 2014
Cara Membuat Animasi Sederhana Rolling Banner
Projectnya dapat di download dari sini
- Buka Adobe Flash dan Buat file baru.
- Gambar Sebuah Persegi panjang dengan menggunakan Rectangle Tool dan letakkan Tulisan “Teknik Informatika” diatasnya dengan menggunakan Text Tool. Beri warna Merah untuk kotaknya dan Putih untuk teks nya.
- Untuk meletakkan tulisan tepat di tengah kotak, gunakan mentu Modify > Align > Horizontal Center dan Vertical Center setelah melakukan seleksi kedua objek tersebut. Tekan dan tahan tombol Shift pada keyboard lalu klik kedua objek dan lepaskan.
- Setelah berada di posisi yang di inginkan, Select lagi kedua objek tersebut, kemudian klik kanan di dalam objek dan pilih “Convert To Symbol”
- Masukkan Nama “TIMerah” dan pastikan Type nya adalah “Graphic” kemudian klik OK
- Kita perlu menduplikasi symbol yang sudah ada dan kemudian memodifikasinya sesuai dengan yang kita inginkan. Oleh karena itu, Klik kanan symbol yang baru dibuat di library, kemudian pilih “Duplicate...”. Kemudian pada Window Duplicate Symbol Beri nama baru seperti TIHijau, AlamatKuning, AlamatBiru lalu klik tombol OK.
- Klik 2 kali pada Icon AlamatBiru untuk masuk kedalam mode edit simbol. Lalu Gantilah warna persegi panjang menjadi biru dengan cara meng-klik persegi panjang, lalu pada tab property, pilih warna disebelah tanda ember tumpah. Dan ganti tulisan menjadi “http://amikmbp.ac.id”
- Setelah Selesai tekan tombol
di sebelah kanan atas untuk kembali ke mode Scene. Lakukan hal yang sama dengan 2 Symbol lainnya.
- Masukkan 3 layer baru di dalam scene dengan cara mengklik kanan layer di window timeline, kemudian pilih “Insert Layer”. Kemudian beri nama sesuai simbol.
- Pada layer TIMerah, klik kanan di frame 15 dan pilih insert keyframe untuk mengisi timeline layer TIMerah sampai ke frame tersebut dengan objek yang sama. Ini untuk memberikan waktu berhenti pada objek warna merah.
- Klik tombol Free Transform pada toolbar untuk masuk ke mode transform dan pindahkan transformation point (titik berwarna putih) ke atas.
- Lalu pada timeline layer tersebut, klik kanan frame 20 dan pilih “Insert Keyframe”. Kemudian kecilkan simbol ke atas dengan menarik control point paling bawah ke atas sampai menyentuh control point atas.
- Lalu Klik kanan timeline layer itu diantara frame 15 dan 25 dan pilih Create classic tween atau Create Tween.
- Berikutnya, insert keyframe pada frame 15 di layer Alamat Kuning. Pastikan frame tersebut sudah terpilih dan tarik simbol AlamatKuning dari library, letakkan tepat diatas simbol TI Merah.
- Pindahkan transformation point ke bawah dan kecilkan simbol dengan menarik control point atas kebawah. Insert keyframe di frame 25 layer AlamatKuning, kemudian kembali lagi ke frame 15 lalu pindahkan timeline ke frame 15.
- Buat Tween di frame 15-20 di layer AlamatKuning. Maka Alamat kuning akan terbuka keatas disaat TIMerah menutup keatas. Lanjutkan dengan cara yang sama untuk 2 layer lain. Maka anda akan mendapati timeline seperti dibawah ini.
- Untuk perubahan Dari Biru ke Merah (Kembali ke awal), kita harus mengambil frame dari layer TIMerah dan menganimasikannya. Jadi, klik kanan pada frame 1 di layer TIMerah lalu pilih copy frame kemudian klik kanan di frame 90 pada layer TIMerah dan pilih paste frames.
- Frame 26 sampai frame 89 akan terisi secara otomatis. Karena itu klik kanan pada frame 26 di layer TIMerah, pilih “Convert To blank keyframes” Frame dari 26 sampai 89 akan menjadi kosong..
- Kembalilah ke Frame 90 di layer TIMerah dan pindahkan transformation point ke bawah. Lalu insert keyframe di frame 100.
- Kembali ke keyframe 90 dan kecilkan layer TIMerah ke bawah. Kemudian buat tween diantara 90 dan 100.
- Selesai. Silakan coba jalankan dengan menekan tombol enter. Atau tekan Alt + Enter untuk melakukan rendering SWF nya.
- Terima Kasih.